Apa Itu Dead Stock vs Slow Moving? Kenali Bedanya & Solusi AI untuk 2026

Apa Itu Dead Stock vs Slow Moving? Kenali Bedanya & Solusi AI untuk 2026

Saat menghitung barang, sering kali kita menemukan tumpukan produk yang berdebu. Lalu muncul pertanyaan di benak kita: “Apakah ini barang slow moving, atau sudah jadi dead stock?”

Banyak pebisnis yang menganggap remeh dan menyamakan keduanya. Padahal, memahami apa itu dead stock vs slow moving adalah kunci untuk menyelamatkan arus kas perusahaan. Salah diagnosa bisa berakibat fatal; Anda mungkin membuang barang yang masih bisa dijual, atau sebaliknya, menahan “sampah” yang memakan biaya sewa gudang.

Artikel ini akan mengupas tuntas perbedaan kedua istilah tersebut, bahayanya bagi bisnis, dan bagaimana teknologi AI seperti Foreplan.id dapat mencegah barang slow moving berubah menjadi dead stock di tahun 2026.


Definisi: Apa Itu Slow Moving Stock?

Slow moving stock (stok bergerak lambat) adalah barang dagangan yang memiliki perputaran (turnover) rendah. Barang ini masih laku terjual, tetapi frekuensinya jarang atau membutuhkan waktu lama untuk habis.

  • Ciri-ciri: Masih ada transaksi penjualan dalam 3-6 bulan terakhir, namun jumlahnya di bawah target rata-rata.
  • Status: “Kurang Sehat” tapi masih “Hidup”.
  • Penyebab: Harga terlalu tinggi, kurang promosi, atau memang sifat barangnya yang niche (misal: suku cadang mesin khusus).

Contoh: Jaket tebal di negara tropis. Ia laku, tapi mungkin hanya 1-2 potong per bulan.


Definisi: Apa Itu Dead Stock?

Dead stock (stok mati) adalah tahap lanjut dari slow moving. Ini adalah barang yang sudah tidak terjual sama sekali dalam jangka waktu tertentu (biasanya 6-12 bulan) dan tidak memiliki prospek untuk dijual lagi di masa depan.

  • Ciri-ciri: Nol penjualan dalam periode panjang. Sering kali barang sudah usang, kedaluwarsa, atau ketinggalan model.
  • Status: “Mati”. Ini adalah beban biaya murni (biaya simpan + biaya asuransi).
  • Penyebab: Peramalan (forecasting) yang buruk, pembelian impulsif, atau perubahan tren pasar yang drastis.

Contoh: Casing HP untuk iPhone 6 di tahun 2025. Sudah tidak ada yang mencari.


Analisis Perbandingan: Apa Itu Dead Stock vs Slow Moving?

Untuk memudahkan pemahaman, mari kita lihat perbandingannya secara langsung:

AspekSlow Moving StockDead Stock
PenjualanMasih ada, tapi lambat.Tidak ada sama sekali (0).
Nilai AsetMasih bernilai uang.Sering kali bernilai nol (write-off).
TindakanButuh strategi diskon/marketing.Butuh likuidasi/pemusnahan.
DampakArus kas melambat.Arus kas berhenti & rugi biaya simpan.

Intinya: Slow moving adalah peringatan (gejala), sedangkan dead stock adalah penyakit kronisnya. Jika slow moving dibiarkan tanpa penanganan, ia akan berevolusi menjadi dead stock.


Mengapa Masalah Ini Terjadi? (Akar Masalah)

Di penghujung tahun 2025 ini, jika gudang Anda penuh dengan kedua jenis stok ini, berarti ada yang salah dengan perencanaan Anda di masa lalu.

Penyebab utamanya biasanya adalah Metode Forecasting Manual.

Menggunakan Excel atau insting untuk memprediksi permintaan sering kali gagal mendeteksi kapan sebuah produk mulai kehilangan peminat.

  • Anda terus memesan barang (re-stock) karena mengira masih laku.
  • Anda tidak sadar tren sudah turun.
  • Tiba-tiba, gudang penuh dan barang tidak bergerak lagi.

Solusi 2026: Mencegah dengan AI Tools (Foreplan.id)

Mengetahui perbedaan apa itu dead stock vs slow moving saja tidak cukup. Anda butuh alat untuk mendeteksinya sebelum terlambat.

Di sinilah Foreplan.id berperan sebagai “dokter” bagi inventaris Anda. Foreplan adalah AI Tools prediksi bisnis yang dirancang untuk menjaga kesehatan stok Anda.

Bagaimana Foreplan Membantu Anda?

  1. Deteksi Dini (Early Warning System):AI Foreplan terus memantau pergerakan setiap SKU. Jika kecepatan penjualan sebuah produk mulai melambat (masuk fase slow moving), sistem akan langsung memberi notifikasi.
    • Manfaat: Anda bisa segera membuat promo “Cuci Gudang” atau bundling saat barang masih ada peminatnya, mencegahnya menjadi dead stock.
  2. Forecasting Permintaan Akurat:Foreplan memprediksi berapa banyak barang yang akan laku di masa depan, bukan hanya melihat masa lalu. Ini mencegah Anda membeli barang yang trennya sedang turun.
  3. Rekomendasi Re-Order Cerdas:Sistem akan merekomendasikan jumlah pembelian yang pas. Untuk barang slow moving, sistem akan menyarankan untuk stop order atau mengurangi jumlah pembelian secara drastis.

Mulai Tahun Baru dengan Gudang Sehat (Free Trial 15 Hari!)

Besok lusa sudah tahun 2026. Apakah Anda ingin membawa beban dead stock ke tahun yang baru? Tentu tidak.

Foreplan.id memberikan kesempatan bagi Anda untuk merapikan manajemen stok Anda mulai hari ini.

Dapatkan FREE TRIAL Selama 15 Hari!

Daftar sekarang (30 Desember), dan manfaatkan fitur analisis kami untuk audit akhir tahun Anda.

  • Identifikasi mana barang slow moving yang harus segera didiskon.
  • Pisahkan barang dead stock yang harus dilikuidasi.
  • Buat rencana pembelian 2026 yang efisien dan bebas sampah.

Kesimpulan

Memahami apa itu dead stock vs slow moving adalah langkah awal efisiensi. Langkah selanjutnya adalah menggunakan teknologi untuk mengendalikannya. Jangan biarkan modal kerja Anda mengendap menjadi debu di gudang.

Beralihlah ke Foreplan.id, dan pastikan setiap inci gudang Anda menghasilkan profit di tahun 2026.

Aktifkan Free Trial 15 Hari Foreplan.id Sekarang & Optimalkan Stok Anda!

Leave a Comment

Scroll to Top